Seminar Fotografi ISI Prodi Fotografi 2017 “Kondisi Fotografi Hari Ini Ditengah Maraknya Hoaks”

By :

|

|

Seminar ini adalah salah satu dari rangkaian kegiatan mahasiswa Prodi Fotografi Institut Seni Surakarta Angkatan 2017. Seminar yang mengambil tema “Kondisi Fotografi Hari Ini Ditengah Maraknya Hoaks” diadakan di Taman Budaya Jawa Tengah, Kentingan Surakarta. Dari rangkaian acara berjuluk Suluh mulai tanggal 9-10 Juli 2019. Sesi seminar dilangsungkan pada tanggal 10 Juli 2019 pada pukul 13:00 WIB.

Peserta yang datang banyak berasal dari mahasiswa Prodi Fotografi angkatan tahun 2017 secara umum. Namun beberapa orang umum dan relawan Mafindo Soloraya juga turut hadir dalam seminar. Dosen pembina mata kuliah dari Prodi Fotografi ISI Surakarta juga turut hadir waktu itu. Ada sekitar 30-an peserta seminar yang datang.  Dengan antusias peserta mendengarkan paparan dari narasumber yang merupakan pewarta foto senior dan relawan Mafindo Soloraya.

Narasumber yang dihadirkan pada kegiatan ini adalah Sunaryo Haryo Bayu yang merupakan jurnalis foto senior koran Solopos dan Koran Solo. Satu lagi adalah Giri Lumakto yang merupakan ketua divisi Narasi dan Literasi Mafindo Soloraya. Haryo Bayu atau yang sering dipanggil pak Yoyok memaparkan esensi kejujuran dalam sebuah foto. Banyak hasil karyanya yang dianggap hoaks atau settingan. Karena beragam kepentingan dan sudut pandang, sebuah foto bisa dibuat menjadi sebuah kebohongan. Sedang narasumber Giri Lumakto menjabarkan maraknya foto dan narasi hoaks yang beredar di linimasa. Dari pantauan Mafindo, terjadi peningkatan hoaks berfoto dan narasi provokatif sejak Juli sampai dengan September 2018. Dan saat ini, dengan kecanggihan artificial intelligence via machine learning, mengedit foto bukan lagi hal yang sulit. Banyak sekali aplikasi yang bisa digunakan untuk mengubah bahkan menggerakkan foto seperti DeepFake.

Pertanyaan para mahasiswa cukup antusias. Dari mulai masa depan fotografi di masa depan. Sampai apakah mereka bisa ikut dalam gerakan Mafindo menangkal hoaks. Pak Yoyok banyak memberikan gambaran dan berfokus pada kejujuran dalam memfoto. Sedang Giri Lumakto berfokus pada usaha anak muda untuk bisa menjadi pahlawan dalam melawan hoaks yang beredar di linimasa mereka.

Giri Lumakto (Relawan Mafindo Soloraya) saat sedang menyampaikan materinya
penyerahan cenderamata kepada pemateri


Share