KEGIATAN EDUKASI MAFINDO PEKAN KETIGA DESEMBER

By :

|

|

Pekan ini, kami memiliki banyak agenda edukasi. Ada empat kegiatan yang dijalankan oleh para relawan anti hoax, dengan fokus utama pada ibu-ibu rumah tangga.

#1?
Senin, 11 Desember 2017 di Perpustakaan Nasional Salemba Jakarta, relawan gerakan anti hoax Astari Yanuarti menjadi salah satu pemateri di seminar “Peran Perpustakaan Digital Dalam Mereduksi Penyebaran Hoaks”. Pembicara lain di acara yang berlangsung tiga jam ini adalah Prof Henri Subijakto, Ismail Fahmi PhD, dan Wiratna Tritawirasta.

Pesertanya terdiri dari 300 pustakawan. Astari membawakan materi berjudul “Melawan Hoax dengan Literasi Digital” yang berisi penjelasan diantaranya tentang mengapa hoax bisa menyebar secepat cahaya di medsos, kolaborasi dari seluruh stakeholder untuk menangani hoax, hingga strategi komunitas melawan hoax. Usai pemaparan dari para pemateri, ada sesi tanya jawab yang dimanfaatkan oleh enam peserta untuk mengajukan sederet pertanyaan mencakup tentang perlunya pemerintah punya satgas anti hoax, bagaimana mencari klarifikasi tentang hoax, dan bagaimana buku-buku perpustakaan bisa terbebas dari hoax. Sebenarnya ada lebih dari enam penanya, tapi yang lain tidak kebagian waktunya.

#2?
Kamis, 14 Desember 2017 di RPTRA Cililitan, Jakarta Timur, relawan anti hoax Astari memberikan edukasi cerdas bermedia sosial di hadapan 60 ibu-ibu PKK sekelurahan Cililitan.

Selama dua jam, para peserta mendengarkan materi sembari melontarkan pertanyaan-pertanyaan seputar hoax yang mereka terima dalam keseharian. Pak Lurah Cililitan menyempatkan diri datang dan memberikan sambutan penutupan dengan menceritakan pengalaman pribadinya kena hoax serta bagaimana menghadapinya. Pengetahuan Pak Lurah soal bahaya hoax dan antisipasinya layak diacungi jempol. Demikian juga kesadaran anti hoax yang tinggi dari sang ibu ketua PKK, yang sempat mengucapkan ultimatum, “Jika setelah ikut acara edukasi ini, ibu-ibu masih nyebar hoax di WAG PKK, saya tendang dari grup!!”.

#3?
Sabtu, 16 Desember 2017 di RPTRA Amir Hamzah Jakarta Pusat, relawan anti hoax Rut dan Wangge, berduet mengedukasi 20-an pengunjung taman. Materinya lebih ke literasi media secara umum, lalu ditutup dengan bagaimana mengatasi hoax. Meski diselingi hujan lebat, acara tetap bisa berlangsung lancar dengan selingan ice breaking Harimau dari Rut. Edukasi ini juga dihadiri oleh dua relawan lain yaitu Kartika dan Astari sebagai tim hore ??

#4?
Minggu, di RPTRA Akasia Tebet Jakarta Selatan, relawan anti hoax Wangge dengan penuh energi berinteraksi dengan sekitar 30-an warga yang datang ke RPTRA. Wangge mengawali edukasi sehat bermedia sosial dengan senam SKJ yang meniru gerakan para pemakai ponsel. Selama pemberian materi, para peserta cukup responsif dengan menjawab dan mengajukan pertanyaan. Di akhir acara, dua peserta remaja menyempatkan diri merekam video youtube untuk menceritakan aktivitas mereka di RPTRA. Benar-benar khas gaya anak zaman now. ??


Share