Smart Parents

Menjadi Smart Parents, Lindungi Generasi Alpha di Ruang Digital

By :

|

|

Smart Parents

Mafindo, Pesantren Inklusi Digital 2024 — Menjadi Smart Parents untuk melindungi Generasi Alpha di ruang digital merupakan materi terakhir dalam kegiatan Pesantren Inklusi sebuah program edukasi digital yang diselenggarakan oleh Siberkreasi, Sabtu, 23 Maret 2024 secara virtual.

Narasumber terakhir yang menyampaikan materi adalah Lintang Ratri Rahmiaji seorang Dosen Komunikasi, Fisip, Universitas Diponegoro. Lintang menyajikan bagaimana peran Orang tua sangat menentukan dampak positif bagi anak di ruang digital.

“Era digital menghadirkan peluang dan tantangan baru bagi orang tua dalam mengasuh anak,” ujar Ratri yang juga merupakan anggota Divisi Litbang Mafindo.

Di satu sisi, teknologi digital menawarkan berbagai sumber informasi dan edukasi, serta media untuk menjalin komunikasi dan interaksi. Di sisi lain, terdapat kekhawatiran tentang dampak negatif teknologi digital pada perkembangan anak, seperti cyberbullying, konten berbahaya, dan kecanduan gadget.

Artikel ini membahas tentang bagaimana menjadi smart parents di era digital. Orang tua perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang teknologi digital dan dampaknya pada anak.

Smart Parents
Lintang Ratri Rahmiaji menyampaikan materi “Menjadi Smart Parents untuk Lindungi Generasi Alpha diRuang Digital” (Foto:tangkapan layar youtube.com)

Selain itu, orang tua perlu mengembangkan strategi untuk mendampingi anak dalam menggunakan teknologi digital secara bertanggung jawab dan aman. Artikel ini juga menggarisbawahi pentingnya komunikasi terbuka dan membangun hubungan yang positif dengan anak.

Baca Juga: Pesantren Inklusi Digital 2024: Cetak Jejak Positif Anak di Ruang Digital

Teknologi digital telah menjadi bagian integral dalam kehidupan masyarakat modern. Anak-anak di era digital terpapar dengan berbagai perangkat dan platform digital sejak usia dini. Hal ini memberikan peluang dan tantangan bagi orang tua dalam membesarkan anak.

Tantangan Smart Parents di Era Digital:

– Konten yang tidak pantas: Internet dan media sosial dibanjiri konten yang tidak pantas untuk anak, seperti pornografi, kekerasan, dan kebencian.

– Cyberbullying: Cyberbullying adalah perundungan yang dilakukan melalui platform digital, seperti media sosial dan pesan instan.

– Kecanduan gadget: Penggunaan gadget yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan dan mengganggu kesehatan fisik dan mental anak.

– Penipuan online: Penipuan online dapat menargetkan anak-anak dan remaja, sehingga penting untuk mengajari mereka tentang keamanan online.

Strategi Smart Parents di Era Digital

Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh smart parents di era digital:

– Memahami teknologi digital: Orang tua perlu mempelajari tentang teknologi digital dan dampaknya pada anak.

– Membuat aturan penggunaan gadget: Orang tua perlu membuat aturan yang jelas tentang penggunaan gadget, seperti waktu layar dan jenis konten yang boleh diakses.

– Menjadi role model: Orang tua perlu menjadi contoh yang baik dalam penggunaan teknologi digital.

– Berkomunikasi dengan anak: Orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak tentang penggunaan teknologi digital.

– Membangun hubungan yang positif: Orang tua perlu membangun hubungan yang positif dengan anak agar mereka merasa nyaman untuk bercerita tentang pengalaman mereka di dunia digital.

Smart parents adalah kunci untuk membesarkan generasi yang tangguh dan bermoral di era digital. “Bantu keluarga Anda membiasakan diri dengan kehidupan era digital yang sehat”, pungkas Ratri.

Menjadi smart parents di era digital bukanlah tugas yang mudah. Namun, dengan pengetahuan, strategi, dan komunikasi yang tepat, orang tua dapat membantu anak mereka untuk memanfaatkan teknologi digital secara bertanggung jawab dan aman.(**DST)


Share